mentan 2    Ir. H. Suswono, MMA ( panggilan: Suswono ) lahir di Slawi – Jawa Tengah pada 20 April 1959. Beliau adalah putra pasangan H. Asyraf dengan istrinya Hj. Suratni.

Ia dibesarkan dalam keluarga desa yang kental tradisi agamanya. Keluarga dari ayah berlatar belakang NU dan sebagian besar berprofesi sebagai petani, sementara keluarga ibunya adalah pedagang dan aktif di Muhammadiyah. Maka kita tak perlu heran jika gaya hidup Suswono begitu bersahaja. Ketika SMA, ia sempat menjadi pelajar teladan se Kabupaten Tegal dan terpilih sebagai Ketua PII Komisariat Slawi. Selepas SMA, dirinya masuk ke IPB (Institut Pertanian Bogor) melalui jalur tanpa tes. Di IPB, Suswono dipercaya sebagai Ketua Senat (BEM Fakultas) Mahasiswa Peternakan (1980-1981) dan juga Ketua HMI Cabang Bogor (1982-1983).Pengalaman masa kecil, pendidikan dari keluarga, dan perjuangan saat mahasiswa mendorongnya untuk total sebagai seorang aktivis dakwah.

Sejak kecil, Suswono terkenal sebagai anak yang pintar, ini dapat dilihat dari prestasinya ketika bersekolah di mana dia juga sempat mendapatkan penghargaan sebagai pelajar teladan semasa SMA dan menjadi lulusan terbaik Sepadya pada tahun 1987. Pria kelahiran Tegal ini merupakan lulusan Program S1 Sosial Ekonomi Peternakan IPB pada tahun 1984, selanjutnya dia meneruskan pendidikannya di Magister Manajemen Agribisnis dan Doktoral Manajemen Bisnis IPB.

Suswono mengawali karir politiknya dengan bergabung pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS ). Pada tahun 2004, Suswono menjadi caleg dan maju ke bursa pemilihan umum. Dia akhirnya terpilih dan dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang membidangi masalah pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, kelautan, dan pangan.

Sebelum menjabat sebagai anggota DPR RI, Suswono pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Kehutanan tahun 1999 hingga tahun 2001. Pada tahun 2009, ketika presiden SBY melakukan reshuffle kabinetnya, Suswono terpilih untuk menggantikan Dr. Ir. H. Anton Apriyantono, MS yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertanian. Bagi Suswono, dunia pertanian bukanlah sesuatu yang baru.

Sebagai pemimpin di Departemen Pertanian, Suswono menyatakan telah menetapkan visinya yaitu Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan yang Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Daya Saing Ekspor dan Kesejahteraan Petani.

Baru-baru ini Kementerian Pertanian memberikan bantuan 96 unit traktor roda dua kepada Kabupaten Grobogan. Sebanyak 46 unit diantaranya diserahkan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), sisanya yang 50 unit dikelola oleh Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) yang selanjutnya diperuntukkan kepada petani yang membutuhkan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wabup Icek Baskoro di halaman Kantor Dinpertan TPH. “Dengan bantuan traktor dua roda ini diharapkan petani Grobogan mampu meningkatkan produksi padi sehingga Grobogan bisa mempertahankan sebagai gudangnya pangan Jateng,” kata Wabup Icek Baskoro usai acara penyerahan.

Selain traktor roda dua, Kementerian Pertanian juga membantu mesin rice transplanter ( mesin penanam padi ) sebanyak tiga unit.

ujicoba

Wabup Icek Baskoro sedang mencoba Traktor

kluwan

Traktor-traktor bantuan dari Kementan

transplanter

Wabup Icek Baskoro sedang coba Rice transplanter ( Mesin tanam padi )

10171731_738300869538955_4007910166369249010_n

Rice Transplanter sedang diujicoba di Sawah di Desa Kluwan

Terima kasih Pak Suswono…Semoga ini menjadi hadiah yang indah dari beliau menjelang berakhirnya masa jabatan beliau sebagai menteri.

 

( dari berbagai sumber )