foto-akibat-meletusnya-merapi1  runtuh2

Mengapa saya menulis bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) ini mungkin akan runtuh atau terpecah ? Karena sejujurnya bangsa Indonesia itu tidak ada. Bangsa Indonesia itu hanyalah penamaan semu dari bangsa-bangsa yang berdiam di Kepulauan Nusantara dalam bingkai NKRI. Ada Ras Mongoloid seperti bangsa Melayu, bangsa Jawa, dan bangsa Bugis di bagian barat,  dan Ras Austromelanesoid seperti bangsa Timor dan bangsa Papua di Indonesia bagian Timur. Pembangunan yang lebih Jawa-sentris, ketimpangan ekonomi antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur telah menimbulkan kekecewaan daerah-daerah dan angin segar bagi gerakan separatisme. Ditambah lagi korupsi dan kolusi yang merajalela dan sistematis menambah kerapuhan Republik ini.

Sebab keadilan dan kesejahteraan itu adalah hukum tertinggi, tujuan utama setiap bangsa. NKRI ini bisa kehilangan “Ruh-nya” ketika tanah airnya dieksploitasi tanpa menyejahterakan rakyatnya.. NKRI bsa  kehilangan ruh-nya ketika demokrasi hanya jadi alat dan legitimasi bagi kapitalis-kapitalis untuk  terus berkuasa menindas rakyat.

Bangsa yang ditegur Tuhan

 Allah berfirman :

Jika Kami berkehendak menghan­curkan suatu negeri, Kami jadikan orang-orang yang suka berbuat sesat di negeri itu sebagai pemimpin, lalu pemimpin itu berbuat rusak di negeri­nya. Akibat perbuatan rusak pemimpin mereka, turunlah adzab kepada me­reka dan Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isra, 17: 16).

“ Begitulah ketetapan Allah yang berlaku. Pada setiap negeri yang penduduknya durhaka kepada Allah. Kami angkat pemimpin-pemimpin yang jahat, lalu para pemimpin itu melakukan tipu muslihat kepada rakyat negerinya. Tipu daya yang dilakukan para pemimpin itu kepada rakyat hanyalah merugikan diri mereka sendiri, tetapi para pemimpin itu tidak mau menyadari kesalahannya”. (QS Al-An’am[6]123)

Rentetan bencana di Indonesia datang silih berganti : Tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor dan gunung meletus seolah tiada henti menimpa bumi Indonesia. Ada apa dengan negeri ini ?.

Beberapa ilmuwan menganggap hal ini wajar jika Indonesia selalu dirundung bencana karena memang secara geologis Indonesia berada pada jalur “ ring of fire “ atau cincin api, dan Indonesia adalah titik pertemuan lempeng-lempeng benua sehingga rentan terjadi gempa bumi. Tetapi dari kacamata teologis saya, ini adalah peringatan Tuhan untuk negeri ini.

Penduduk Indonesia yang sudah merosot moralitasnya, merajalelanya kemaksiatan, korupsi dan suap telah mengundang bencana. Tergantung bagaimana sikap rakyat dan pemimpin Indonesia apakah mau merubah diri atau justru menjadi-jadi yang berujung kehancuran total dan runtuhnya negeri yang bernama Indonesia ini.

Al Quran secara gamblang menjelaskan bahwa Allah akan menghancurkan suatu negeri yang penduduknya telah durhaka kepadaNya dengan terlebih dahulu menjadikan orang-orang yang jahat dan korup sebagai pemimpin.

Ingatlah dahulu bagaimana negeri Saba’ yang subur makmur di hancurkan oleh Allah. Belajarlah bagaimana dahulu kerajaan sebesar Majapahit runtuh. Bukan tidak mungkin Indonesia akan runtuh seperti Majapahit atau bubar seperti Uni Soviet dan Yugoslavia, bila moralitas bangsa tidak menunjukkan tingkat perbaikan.

Dalam Pertarungan Hegemoni

Indonesia, secara geografis memiliki kelebihan luar biasa di kawasan Asia-Pasifik. Sumber daya alam yang begitu melimpah ditambah dengan jumlah rakyatnya yang besar adalah magnet pihak “asing” untuk menancapkan “pengaruh dan kontrol”.  Dinamika melemahnya hegemoni Amerika Serikat ( AS ) di kawasan Asia Pasifik dan menguatnya pengaruh China adalah gambaran pertarungan hegemoni dunia. Indonesia adalah salah satu medan perebutan hegemoni itu.

Gerakan-gerakan separatisme semakin merebak. Di Indonesia bagian Barat ada gerakan Melayu Raya. Di Maluku ada RMS dan di papua ada OPM ( organisasi Papua merdeka ). Gerakan-gerakan ini tidak boleh diremehkan dan dipandang sebelah mata. Sebab, kita melihat bagaimana Eropa dan Australia bermain dua kaki. Disatu sisi mendukung integritas keutuhan NKRI di sisi lain mereka memberikan dukungan terhadap Gerakan separatis di papua ( TPN-OPM ).

China sebagai kekuatan baru dunia di tengarai menancapkan hegemoninya di Indonesia melalui orang-orang Tionghoa perantauan di Indonesia. Sementara AS sudah lama mencengkramkan kekuatannya di Indonesia melalui orang-orang sekuler liberal.

Bila pemerintah pusat  banyak mengecewakan rakyat, kedepan rakyat tidak begitu peduli dan tidak respek terhadap Pemerintah pusat di  Jakarta. Bila para elit politik sibuk berkelahi, sibuk mengurusi kepentingan diri sendiri dan kelompok, jangan salahkan bila saudara-saudara kita di daerah punya keinginan mandiri dan merdeka dari NKRI. Pada era informasi sekarang, akses ke seluruh penjuru dunia mudah diperoleh.

Pemilu 2014

Saya tidak berharap banyak dengan pemilu 2014. Sebab, politik berbiaya tinggi akan melahirkan politik transaksional. Keadaan diperparah dengan tingkat ketidak-tahuan dan ketidak pedulian rakyat terhadap pilihan politiknya. Angka Golput akan melambung tinggi.

Pemilu 2014 sudah bisa ditebak, akan dimenangkan oleh mereka yang bermodal besar dan disokong para kapitalis. Para konglomerat yang akan mengambil manfaat anggota badan legislatif dan pasangan kepala pemerintahan terpilih. Mereka juga bisa mengendalikan segala kebijakan para penguasa. Faham neo-liberalisme/kapitalisme dan neo-kolonialisme/imperialisme akan terus berlanjut dan dilanjutkan.

Para konglomerat kapitalis yang berkolusi dengan penguasa neo-liberalis/kapitalis; pendukung praktik neo-imperialisme/kolonialisme itulah yang telah dan akan menjarah kekayaan bumi dan air Indonesia,  mengemudikan Republik Indonesia sesuai dengan selera mereka, selera para penguasa boneka.