Sosiolog Musni Umar berpendapat, fenomena video lagu ‘Keong Racun’ yang dinyanyikan secara lipsync oleh dua remaja putri merupakan bukti bahwa remaja semakin apatis terhadap berbagai kondisi di masyarakat. Hal itu juga memperlihatkan bahwa remaja kian tak punya arah menghadapi masa depannya.

“Mereka apatis melihat keadaan,” kata Musni ketika dihubungi, Jumat (30/7). Dia mengatakan, para pemimpin, tokoh agama, dan orang tua harus membangun harapan para remaja di Indonesia.

Menurut Musni, fenomena ini juga merupakan bukti makin kuatnya budaya konsumerisme. “Remaja sendiri tidak melihat ke mana arah mereka, remaja seperti kehilangan arah,” kata Musni.

Dunia pendidikan juga memiliki peran untuk memberi pemahaman bahwa hidup ini merupakan perjuangan untuk kemajuan bersama, tidak sesederhana seperti pandangan para remaja. Musni menilai fenomena ini perlu disikapi. “Saat ini, pendidikan menjadi permainan, para pendidik bukan berpikir ke mana membawa peserta didik sesuai pendidikan nasional, tapi malah mencari kedudukan dan materi,” kata Musni.

Musni lantas mengajak berbagai pihak agar kembali ke jati diri bangsa. Para orang tua perlu membangun harapan bagi para remaja.

Lagu ‘Keong Racun’ dinyanyikan secara lipsync oleh dua mahasiswi Bandung, Shinta dan Jojo, lalu diunggah ke laman Youtube. Gaya kedua mahasiswi itu dianggap menggelitik di samping lirik lagu yang unik sehingga menjadi buah bibir di dunia maya.

Tak kurang, situs berita Inggris, The Independent, memberitakan fenomena ‘Keong Racun’ yang Kamis kemarin kembali menjadi trending topic nomor satu sejagat di situs mikroblog Twitter. Foto Shinta-Jojo yang sedang melenggak-lenggok genit di Youtube, juga dipajang di laman Independent.

“Pengguna Twitter tergila-gila pada video lipsync ‘Keong Racun’ diYoutube,” demikian ditulis Independent.Tak kepalang tanggung, di Twitter ‘Keong Racun’ mengalahkan topik pesaingnya seperti onetimefor, don’tcoutonit, predictingkanyetweets, dan bahkan juga Interception, film box office Hollywood yang diperankan Leonardo DiCaprio.

( sumber : Republika Online )