Entah apa yang ada di benak pemerintah israel, sehingga menyerang kapal bantuan untuk kemanusiaan Mavi Marmara yang membawa logistik dan obat-obatan untuk rakyat Palestina di Gaza. Sungguh di luar peri kemanusiaan.

Oleh karena itu negara-negara di dunia terutama yang mendukung perdamaian dan hak asasi manusia, harus sadar bahwa israel adalah musuh bersama. Musuh perdamaian, dan musuh akan rasa kemanusiaan. Hendaknya negara-negara di dunia tidak memandang konflik israel-  Palestina sebagai konflik agama antara muslim +  nasrani melawan yahudi zionis Israel semata . Serangan Israel atas kapal Navi Marmara hendaknya menggugah negara- negara Arab yang mayoritas muslim dan negara-negara Eropa yang mayoritas kristen untuk tidak tinggal diam atas kebiadaban israel. mereka seharusnya tegas, bahkan kalau perlu menggunakan senjata untuk dapat menundukkan israel yang semakin sewenang-wenang.

RI kecam serangan Israel

Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras tindakan Israel yang telah menyerang konvoi kapal kemanusiaan Mavi Marmara di perairan Mediterania Senin pagi ini.

“Tentu kita mengecam, mengutuk tindakan Israel yang mengadakan penyergapan terhadap kapal kemanusiaan ini, bahkan di luar perairannya,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai mengikuti pertemuan Tim Penilai Akhir (TPA) di Istana Negara Jakarta, Senin.

Menurut Marty, tindakan tentara Israel ini merupakan pelanggaran hukum internasional karena tidak ada dasar untuk menyerang kapal yang berisi para relawan kemanusiaan yang akan membantu rakyat Palestina di jalur Gaza.

“Sebenarnya blokade Israel terhadap Gaza pun itu sendiri merupakan suatu pelanggaran hukum internasional, jadi tak ada dasar untuk menyergap, memblokade kapal dan memblokade wilayah Gaza ini. Kita kutuk, kita kecam serangan Israel tersebut,” katanya.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia ini, lanjutnya akan dilanjutkan dengan kerjasama masyarakat internasional, termasuk dengan Palestina sendiri serta negara-negara Non Blok serta masyarakat internasional termasuk PBB.

Kecaman pun makin bertubi-tubi terhadap tindakan kekerasan Israel yang menembaki kapal bantuan Navi Marmara pada Senin (31/5/2010). Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di hari yang sama mengatakan tindakan yang menewaskan sedikitnya 14 orang tersebut adalah tindakan tak berperikemanusiaan.

Sama halnya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Di televisi Palestina, sembari menetapkan tiga hari berkabung, Presiden Abbas mengatakan dengan tegas,”Kami memahami kalau tindakan Israel adalah pembantaian. Kami mengecam tindakan itu!”

Di sisi Israel, sebagaimana AFP mewartakan pada Senin, pihaknya mengaku cuma membela diri. Saluran televisi swasta Channel 10 Israel bilang kalau angkatan laut melepaskan tembakan lantaran ada serangan menggunakan panah dan kapak dari arah kapal bantuan kemanusiaan. Sayangnya, stasiun televisi itu tidak mengatakan dari mana informasi soal serangan menggunakan panah dan kapak tersebut. Sungguh aneh, terlihat sekali bahwa alasan Israel sengaja dibuat-buat. Tujuan sejatinya adalah agar warga palestina, khususnya yang di Gaza tetap sengsara dengan kekurangan makanan dan obat-obatan.  Sebuah kejahatan kemanusiaan yang dikutuk oleh semua umat beragama.