Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya menyatakan 4 sikap tegasnya menanggapi kehadiran konten sketsa Nabi Muhammad SAW di akun Facebook. Salah satunya adalah memerintahkan penyelenggara internet (ISP) untuk memblokir akun bernama ‘Everybody Draw Mohammed Day’ tersebut.

Berikut adalah 4 langkah pemerintah Indonesia yang dikutip detikINET dalam keterangan pers, Kamis (20/5/2010):

  1. Kemenkominfo mengirimkan surat protes kepada pengelola Facebook untuk menutup akun tersebut.
  2. Memblokir address cabang account (URL) dari ‘Everybody Draw Mohammed Day’ melalui massive trust di Indonesia.
  3. Meminta penyelenggara internet (ISP/Internet Service Provider) untuk ikut memblokir akun tersebut, karena melanggar UU No.36/1999 pasal 21 tentang telekomunikasi dan UU No.11/2008, pas 28 ayat 2, tentang ITE perihal pelarangan menyebarkan informasi kebencian dan permusuhan terhadap individu atau masyarakat, atas dasar suku, agama dan ras.
  4. Mengajak Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia (AWARI) untuk memblokir situs tersebut.

Menkominfo Tifatul Sembiring pun tak lupa untuk menghimbau agar masyarakat pengguna internet bersama-sama sadar untuk bersama memerangi situs-situs lain yang berbau pornografi, perjudian, penipuan, kekerasan, pembohongan dan situs yang memiliki konten negatif lainnya.

“Agar kebebasan, tidak boleh menggangu kebebasan orang lain. Juga larangan penghinaan terhadap setiap agama apapun, kita harus mengembangkan sikap saling menghargai dan menghormati keyakinan orang lain, dan menghimbau jangan mengunakan kekerasan dalam menanggapi kasus ini. Jika merasa keberatan, laporkan saja ke pengadilan berdasarkan UU tadi. Kita selesaikan permasalahan lewat jalur hukum,” pungkasnya.

Facebook diblokir di Pakistan

Lain halnya dengan pemerintah Indonesia yang hanya memblokir halaman ” everybody draw mohammed day ‘ , pemerintah Pakistan memblokir akses ke situs jejaring sosial facebook.

Sebuah pengadilan di Pakistan telah meminta pemerintah untuk memaksa ISP di negeri tersebut memblokir akses ke Facebook.

Alasannya, situs jejaring sosial itu memiliki jumlah pengguna yang cukup besar di negara berpenduduk mayoritas muslim tersebut. Akhirnya, di Islamabad, sejak Rabu sore, 19 Mei waktu setempat Facebook sudah tidak bisa diakses.

Lahore High Court, pengadilan yang mengajukan permintaan blokir tersebut meminta kementerian luar negeri Pakistan juga mengajukan protes ke komunitas internasional seputar kompetisi tersebut. Adapun pemblokiran Facebook rencananya akan dilanjutkan sampai 31 Mei 2010.

“Pakistan perlu rencana efektif untuk mencegah elemen anti Islam yang menyakiti perasaan umat muslim,” kata Saeed Kazmi, Menteri Agama Pakistan.

Di negeri tersebut, sejak kemarin pengunjuk rasa berkumpul di Karachi sambil membawa spanduk dan meneriakkan slogan anti Facebook. Pengguna seluler juga saling mengirimkan pesan meminta pengguna Facebook lain di Pakistan mendukung pemblokiran jejaring sosial tersebut.
sebuah pengadilan di Pakistan telah meminta pemerintah untuk memaksa ISP di negeri tersebut memblokir akses ke Facebook.

Alasannya, situs jejaring sosial itu memiliki jumlah pengguna yang cukup besar di negara berpenduduk mayoritas muslim tersebut. Akhirnya, di Islamabad, sejak Rabu sore, 19 Mei waktu setempat Facebook sudah tidak bisa diakses.

Lahore High Court, pengadilan yang mengajukan permintaan blokir tersebut meminta kementerian luar negeri Pakistan juga mengajukan protes ke komunitas internasional seputar kompetisi tersebut. Adapun pemblokiran Facebook rencananya akan dilanjutkan sampai 31 Mei 2010.

“Pakistan perlu rencana efektif untuk mencegah elemen anti Islam yang menyakiti perasaan umat muslim,” kata Saeed Kazmi, Menteri Agama Pakistan.

Di negeri tersebut, sejak kemarin pengunjuk rasa berkumpul di Karachi sambil membawa spanduk dan meneriakkan slogan anti Facebook. Pengguna seluler juga saling mengirimkan pesan meminta pengguna Facebook lain di Pakistan mendukung pemblokiran jejaring sosial tersebut.
sebuah pengadilan di Pakistan telah meminta pemerintah untuk memaksa ISP di negeri tersebut memblokir akses ke Facebook.

Alasannya, situs jejaring sosial itu memiliki jumlah pengguna yang cukup besar di negara berpenduduk mayoritas muslim tersebut. Akhirnya, di Islamabad, sejak Rabu sore, 19 Mei waktu setempat Facebook sudah tidak bisa diakses.

Lahore High Court, pengadilan yang mengajukan permintaan blokir tersebut meminta kementerian luar negeri Pakistan juga mengajukan protes ke komunitas internasional seputar kompetisi tersebut. Adapun pemblokiran Facebook rencananya akan dilanjutkan sampai 31 Mei 2010.

“Pakistan perlu rencana efektif untuk mencegah elemen anti Islam yang menyakiti perasaan umat muslim,” kata Saeed Kazmi, Menteri Agama Pakistan.

Di negeri tersebut, sejak kemarin pengunjuk rasa berkumpul di Karachi sambil membawa spanduk dan meneriakkan slogan anti Facebook. Pengguna seluler juga saling mengirimkan pesan meminta pengguna Facebook lain di Pakistan mendukung pemblokiran jejaring sosial tersebut.

( sumber : detikcom, vivanews, republika )