Pada masa orde baru seperti yang kita tahu , para pegawai negeri sipil ( PNS ) diharuskan untuk mengikuti salah satu partai politik tertentu kala itu ( Golkar ) dan bisa mendapatkan sanksi jikalau ketahuan mendukung parpol lain. Bukan hanya itu , seluruh kepala desa beserta perangkatnya pun di wajibkan melakukan hal yang sama. Akibatnya fantastis selama 6 kali berturut-turut Golkar menjadi pemenang mutlak pemilihan umum dengan mengantongi suara yang cukup signifikan antara 75- 87 %.

Zaman sudah berubah , di era reformasi netralitas PNS dan TNI Polri sebagai abdi negara adalah nilai yang harus ditegakkan. Upaya-upaya yang ilegal semestinya tidak lagi dilakukan di masa sekarang ini .

Icek Baskoro

Icek Baskoro

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro dan 5 perangkat desa diperiksa Panwaslu Jateng. Mereka dianggap memobilisasi PNS, karena menggelar pertemuan dengan caleg Partai Golkar.

Lima perangkat desa asal Grobogan itu tiba di kantor Panwaslu sekitar pukul 10.30 WIB, Jl Tri Lomba Juang Semarang, Senin (2/3/2009). Mereka ditemui anggota Panwaslu, Rahmulyo Adiwibowo.

Salah satu perangkat desa, Joko Utomo mengaku tidak ada pembicaraan khusus dalam pertemuan di sebuah rumah makan di Semarang, Kamis (26/2) malam. “Hanya makan-makan. Kita kan jarang makan di rumah makan,” kata Kepala Desa Tegowanu Kulon ini sambil terseyum.

Menurut informasi yang dihimpun, dua caleg Partai Golkar hadir dalam acara itu. Mereka adalah Doni Ari Priambodo dan Sutrisno.

Sementara, Icek mengaku tidak tahu menahu pertemuan itu. “Saya tidak ada dalam pertemuan. Saya di rumah,” ungkap Ketua DPD Partai Golkar Grobogan itu.

Pada pukul 12.00 WIB, pemeriksaan terhadap para perangkat masih berlangsung. Sementara pemeriksaan terhadap Icek sudah selesai.

Panwaslu akan Plenokan kasus Icek

Panwaslu Jateng telah memeriksa caleg DPR dari PDIP, Wabup Grobogan Icek Baskoro, dan 5 perangkat desa Grobogan, karena diduga melanggar aturan pemilu. Namun, mereka belum bisa menyimpulkan ada tidaknya pelanggaran.

“Sesuai dengan mekanisme, kita harus pleno dulu. Bahannya ya hasil pemeriksaan dan barang bukti,” kata anggota Panwaslu Jateng, Rahmulyo Adiwibowo di kantornya, Jl Tri Lomba Juang Semarang, Senin (2/3/2009).

Rahmulyo yang memeriksa Icek dan 5 perangkat desa Grobogan menjelaskan, keterangan sementara, tidak ada pembicaraan khusus antara perangkat desa dengan dua caleg Partai Golkar di sebuah rumah makan di Semarang, Kamis (26/2) lalu.

“Mereka mengaku hanya makan-makan. Tapi itu masih harus kita dalami dengan melakukan cross check pihak-pihak yang terlibat,” paparnya.

Sementara, menurut Rahmulyo, Icek mengaku tak ikut dalam pertemuan tersebut. “Dia ada di rumah saat pertemuan berlangsung dan tidak menginstruksikan perangkat desa untuk datang ke acara tersebut,” imbuhnya.

Hal serupa juga dikatakan Edi Pranoto, anggota Panwaslu Jateng yang memeriksa Aria Bima. Baliho yang dianggap bermasalah dan keterangan Aria Bima akan diplenokan.

“Kita punya waktu lima hari sejak pemeriksaan dilakukan,” ungkapnya.

( detik.com / yahoo news )