muidalam

Padang Panjang,
Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III memutuskan merokok hukumnya “dilarang” atau antara haram dan makruh. Keputusan ini dianggap bulat dan disepakati bersama.

Pimpinan ijtima forum komisi fatwa Prof Dr HM Amin Suma MA di Padangpanjang, Minggu (24/1) mengatakan, forum sepakat menggunakan dua aturan itu.

“Hukum haram diberlakukan bagi ibu-ibu hamil dan anak-anak. merokok di tempat umum juga dikenakan hukum haram. demikian pun bagi para pengurus Majlis Ulama Indonesia (MUI)” kata Amin Suma.

Lebih lanjut Amin menambahkan,  khusus bagi pengurus MUI, akan ditentukan sanksinya beberapa waktu ke depan. Sangsi bagi para pengurus MUI yang kedapatan merokok minimal berupa peringatan.

Forum ini juga menyarankan agar keputusan hukum merokok tersebut, yakni dilarang, antara haram dan makruh, hendaknya bisa dilaksanakan dengan baik. Sehingga diperlukan perangkat hukum yang mengaturnya.

Forum ini juga menyepakati, MUI akan mengkomunikasinya pada pemerintah. Dan karena terjadi perbedaan pandangan dasar atas lahirnya keputusan ini, maka masyarakat dinyatakan tidak boleh melakukan eksekusi sendiri-sendiri.

“Yang berhak melakukan eksekusi sebagai realiasi sanksi adalah pemerintah, bukan masyarakat. Itu pun jika sudah ada payung hukumnya,” tandas Amin.

Warga Kudus tolak Fatwa MUI

Masyarakat di Kabupaten Kudus yang diwakili oleh sejumlah organisasi masyarakat sepakat menyatakan menolak fatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia yang rencananya akan diumumkan pada 29 Januari 2009 mendatang.

Fatwa merokok haram tersebut dinilai sangat meresahkan karena rokok kini menjadi jantung perekonomian masyarakat di Kudus. Hampir seluruh sektor perekonomian yang ada di Kudus tergantung pada sektor industri rokok.

Yoga juga Haram


Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan senam yoga haram apabila di dalamnya ada melakukan ritual agama lain. Menurut Ketua Panitia Yaswirman, senam yoga yang melakukan ritual dan meditas dinyatakan haram. “Sebenarnya senam Yoga itu tidak terlalu diperdebatkan, karena dari awal sidang, Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Yaqub sudah memberikan sinyal itu. Senam Yoga bisa halal jika hanya senam kebugaran tubuh saja,” jelasnya

Aborsi dapat dihalalkan.

janin 28 hari

janin 28 hari

Sementara itu dalam sidang yang membahas tentang aborsi, terdapat perbedaan pendapat tentang aborsi yang dihalakan. Sidfang akhirnya menyepakati bahwa aborsi diperbolehkan jika memenuhi unsur-unsur sebagai berikut :

1. kehamilan dikhawatirkan dapat membahayakan nyawa sang ibu.

2. janin tidak lebih dari berumur 40 hari kehamilan. ( masih berbentuk mudghah )

3. dengan pemeriksaan yang seksama didapati janin dalam keadaan cacat yang serius.

4. dan janin dari hasil perkosaan yang tidak dikehendaki oleh si wanita.