Kumpulan Puisi Oleh Ririwati

Ilustrasi

Kunikmati Hari ini

Kunikmati hari ini
Meski itu pedih
Kunikmati hari ini
Meski menyisakan tetes air mataKujalani hari ini
Dengan kepastian
Kujalani hari ini
Dengan senyum kebahagiaanKubiarkan masa lalu
Pergi dan hilang
Bagai tenggelamnya mentari
Dan kutak kan menangisi kepergiamuAku pun tak mau bermain dengan hayalan
Tuk menduga apa yang akan terjadi esok
Dan kutak mau memburu sesuatu yang belum tentu ada
Karena mungkin esok hari tak ada sesuatu

Dan….
Yang kutahu pasti aku masih bisa menikmati hari ini
Dan….
Kutak tahu apa yang kan terjadi esok
Karena esok adalah kepunyanNya

Secerah Harapku

1 Muharam telah tiba
Menggantikan tahun yang lalu
Berganti tahun baruTak semua keinginan dan harap ditahun lalu tercapai
Tapi tak apalah mungkin ini lebih baik
Berjalan sesuai dengan kehendakNyaMeski semua tak baru
Tak juga pupuskan semangat ditahun ini
dan masih Kutemukan secerah harapkuTerima kasih Allah
Engkau telah beri kesempatan untukku
Tuk memperbaiki hidup ini
Menggapai rido-Mu
Berputarnya waktu

Teruntuk saudara-saudaraku dipalestina :
Muda berganti dengan tua
Seperti daun warnanya hijau cerah
Tapi lambat laun menua berganti kecoklatan
Gugur dan akhirnya berganti dengan semi yang baruBak berputarnya waktu kehidupan
Kaya pun tak selamanya kaya
Dan miskin pun tak selamanya miskin
Gelap tak selamanya gelap
Begitupun terang tak selamanya terang

Perdebatan pun tak selamanya debat
Ada kalanya berganti dengan damai
Bersabarlah saudara-saudaraku
Kemenangan akan datang bersama kesabaran
Setelah kesulitan akan datang kemudahan

Ya Robbi

Ya Robbi…
Lelah kumencari cinta
Kutahu salah mencari cintaMuYa Robbi…
CintaMu adalah cahaya
Yang selalu ada dan menyinari,Ya Robbi…
Aku salah,
Kenapa aku tak mulai membuka pintu rasa
Tuk memulai dengan mencintai-Mu
Hanyut dalam arus-MuSungguh aku bodoh
Banyak yang tak kutahu
Cintaku

Cinta….
Engkau Maha membolak balikkan hati
Kupercaya ……..Ini pasti bisa kulewati
Dengan segala petunjukMuKupasrahkan diri
Tuk menggapai ridoMusecercah cahaya Kau terangi
jalanku
tuk kokohkan langkah kaki
Muaraku

Tidak ….
Ini tak bisa kuhindari
Aku masih bisa berdiri, berjalan dan berpijak
ketika Muara melepaskan genggamannnyatapi …..
kulumpuh ketika Muara tiba melepaskan cinta tulusnya
aku kehilangan sebagian jiwakuDimana kau Muara….
Aku rindu memanggilmu
Aku rindu kasihmu
Aku rindu….
Benih- benih Kebahagiaan.

Dulu semua itu hanya mimpi
Tak pernah berharap akan menjadi nyata
Kekeringan yang meradang jiwa
Kini mulai tersiramiTumbuh benih-benih kebahagian
Hijau daunnya kini mulai kelihatan
Bergoyang melambai diterpa anginTerik sinar mentari pagi
Yang menghangatkan
Memberikan kecerahan
Nan damaiDitambah rintikan hujan
Membuat tetes air mengalir didaun
Memberikan nuansa keasrian
Dan kesejukan jiwa
Hari ini tlah berlalu dengan senyummu
Berganti hari esok yang menyimpan sejuta misteri
Benih cinta yang telah tersemai
Seminya bagai padang rumput nan hijau seindah permadani cintamuSetetes kasihmu yang memberi berjuta harapan
Kubawa bersama langkahku
Pergi meninggalkan masa lalu
Kutatap esok dengan beraniSemakin teguh kasih dan sayangku
Bersama berjanji dengamu
Bulu perindu mengisi tiap detik dan waktu
Tiada terperi menyedu sanubari
( Ririwati adalah seorang netter asal Grobogan , puisi dan karyanya mengandung nilai originalitas sehingga layak untuk dipublikasikan )