Dunia ini memang aneh. Suatu negara ( baca : AS) dengan mati-matian menentang senjata pemusnah massal bahkan kalau perlu menyerang, mengembargo negara lain ( Iraq, Iran , Korea utara ) yang dicurigai memiliki senjata pemusnah massal baik kimia, ataupun nuklir. Namun di saat suatu negara ( baca : Israel ) yang dengan terang- terangan memakai , menggunakan dan menyimpan sejata pemusnah massal yang jelas-jelas mengancam perdamaian dunia, Amerika Serikat diam saja bahkan mendukungnya.

Bom Fosfor putih ( klik)

Bom Fosfor putih ( klik)

Korban perang

Korban perang

Israel telah menggunakan bom Fosfor putih dalam serangannya di jalur Gaza, sehingga dalam beberapa hari ini kota Gaza diselimuti asap putih tebal yang mengakibatkan orang sesak napas, mata kabur bahkan kulit melepuh.

Human Right Watch (HRW) meminta Israel menghentikan penggunaan bom yang menggunakan bom fosfor putih dalam melakukan serangan di Jalur Gaza. Penggunaan fosfor putih ini dilakukan Israel saat menyerang Kota Jalabiya.
“Israel sebaiknya menghentikan penggunaan fosfor putih dalam operasi militernya di wilayah padat penduduk di Gaza,” kata Marc Garlasco, peneliti senior HRW. seperti dikutip kantor berita Palestina.

Fosfor putih memiliki efek yang kuat dan memiliki kemampuan membakar orang maupun benda-benda. Potensi yang membahayakan tersebut semakin diperburuk dengan populasi pada Gaza.
“Fosfor putih dapat membakar rumah serta menimbulkan efek pembakaran yang mengerikan saat mengenai kulit. Namun hal ini dibantah oleh pihak Israel melalui Israeli Occupation Forces (IOF) menyatakan mereka sama sekali tidak menggunakan fosfor putih dalam serangannya. Lagi pula Israel tidak ikut menanda tangani protokol Jenewa tentang larangan penggunaan Fosfor putih.

Pengamat Hak Asasi Manusia ( HRW ) sangat yakin jika Israel menggunakan fosfor putih. Ini terlihat adanya asap putih tebal setelah pemboman , baunya sangat menyengat dan membuat orang susah bernafas.

Lalu apa yang mereka gunakan sehingga kota Gaza bak sebuah neraka ? apapun nama zat itu , hal itu adalah kejahatan perang . PBB harus segera turun tangan dengan mengirimkan pasukan Perdamaian.