Sedikitnya 300 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam sebuah serangan udara yang dilancarkan Israel di jalur Gaza. Serangan tersebut menghantam sebuah masjid dan rumah sakit.
Israel mengklaim serangan militer itu untuk melumpuhkan kekuatan Hamas yang sering meluncurkan roket ke arah pemukiman Yahudi.
Presiden Mahmud Abbas mengutuk serangan tersebut seraya menyerukan Israel menarik mundur pasukannya dari jalur Gaza, sementara itu pihak Israel bersumpah untuk tidak menghentikan serangan sampai kekuatan Hamas di Gaza berhasil dilumpuhkan.     
Krisis Kemanusiaan.
Palestina saat ini kekurangan pangan , obat-obatan dan tenaga medis.
Presiden SBY telah menandatangani sebuah petisi yang akan di kirimkan ke Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan serangan Israel.
Kejahatan-kejahatan yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza akan menjadi ujian bagi presiden baru AS Barack Obama untuk menunjukkan sikapnya guna menghentikan kekejaman Israel, namun nampaknya AS malah membela tindakan Isreal. “AS mengecam keras serangan roket dan mortir ke Israel dan Hamas bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran gencatan senjata dan terjadinya aksi-aksi kekerasan baru di Gaza,” kata Menlu AS Condoleezza Rice.

Juru Bicara Gedung Putih Gordon Johndroe juga menyalahkan Hamas dan menyebutnya sebagai teroris. “Israel ingin membela warganya dari para teroris seperti Hamas. Kalau Hamas menghentikan tembakan roketnya ke Israel, Israel tidak perlu melakukan serangan ke Gaza,” ujar Johndroe membela Israel.